BMKG Gunakan Dry Ice dan Garam untuk Urai Kabut Asap Karhutla: Antisipasi Usaha Laundry
Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama TNI, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan BRIN kini memakai terobosan baru: penyemaian dry ice atau es kering dipadukan garam (NaCl) untuk membongkar kabut asap karhutla yang menjerat Sumatra dan Kalimantan. BMKG menyebut metode ini baru pertama kali diterapkan di Indonesia. Bagi pemilik usaha laundry, sisa kabut asap pekat berarti cucian yang berbau asap, bercak abu halus, dan lonjakan keluhan pelanggan. Memahami arah cuaca ke depan membantu Anda menyiapkan produksi lebih dini.
Operasi Modifikasi Cuaca dengan Dry Ice: Pertama di Indonesia
Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa penggunaan dry ice dalam OMC untuk mengurai kabut asap ini menjadi yang pertama di Indonesia. Selama ini OMC lebih banyak memakai garam (NaCl) untuk menyemai awan guna memicu hujan. Masalahnya, kabut asap karhutla yang pekat terperangkap di lapisan inversi atmosfer pada ketinggian sekitar 6.000 hingga 7.000 kaki, bahkan bisa lebih tinggi. Lapisan udara yang terkunci ini menghalangi partikel garam mencapai awan potensial.
Dry ice bekerja berbeda. Saat disemai, es kering bersuhu sangat rendah ini mendinginkan udara di sekitarnya secara drastis dan memicu pergerakan vertikal massa udara, sehingga lapisan inversi yang menahan asap bisa ditembus. Hasilnya, asap yang selama ini menggantung di dekat permukaan terurai, dan peluang terbentuknya awan hujan ikut terbuka. Untuk operasi ini BMKG bahkan menjalin kerja sama dengan Thailand dalam pemanfaatan dry ice.
Kenapa Kabut Asap Jadi Masalah Serius untuk Laundry
Bagi bisnis laundry, kabut asap karhutla bukan sekadar isu lingkungan. Asap mengandung partikel halus PM2.5 dan senyawa organik hasil pembakaran gambut yang mudah menempel pada serat kain. Pakaian yang dijemur di udara terbuka akan menyerap bau asap yang sulit hilang meski sudah dicuci. Lebih parah lagi, partikel abu halus bisa membuat cucian terlihat kusam atau memunculkan noda keabu-abuan pada pakaian berwarna terang.
Kondisi ini memaksa banyak outlet laundry menambah putaran bilas atau menyemprotkan parfum lebih banyak, yang berujung pada kenaikan biaya operasional. Karenanya, ketika kabut asap masih menyelimuti wilayah Anda, strategi pengeringan harus berubah total: kurangi penjemuran di luar dan beralih ke mesin dryer atau ruang jemur indoor.






