Setrika dan quality control (QC) sering jadi tahap yang menentukan kesan pelanggan terhadap laundry Anda. Cucian bisa saja bersih dan wangi, tetapi kalau keluar dengan lipatan kusut, bagian lengan kusam, atau bahkan ada bekas gosong setrika, kepercayaan pelanggan langsung menurun. Karena itu, tahap setrika dan QC perlu SOP yang jelas, bukan sekadar dikerjakan asal-asalan oleh karyawan mana pun yang sedang longgar.
Berikut panduan menyusun SOP setrika dan QC sesuai jenis kain agar hasil selalu licin, rapi, dan bebas komplain.
Mengapa Setrika dan QC Menjadi Titik Kritis
Setrika adalah tahap finishing yang paling mudah terlihat oleh pelanggan. Kesalahan kecil seperti suhu terlalu panas, urutan menyetrika yang salah, atau kain yang tidak sesuai perlakuan langsung terdeteksi begitu pakaian dibuka di rumah. QC, di sisi lain, adalah penyaring terakhir sebelum pakaian dikemas dan diserahkan.
Tanpa SOP, hasil setrika antar karyawan bisa berbeda-beda dalam satu hari, sehingga pelanggan sulit memprediksi kualitas yang mereka terima. Standar yang konsisten inilah yang membedakan laundry profesional dengan pencucian rumahan. Mulailah dari pemahaman jenis kain agar suhu dan teknik setrika selalu tepat.
Kenali Jenis Kain dan Suhu Setrika yang Tepat
Setiap jenis kain punya titik panas berbeda. Berikut panduan umumnya:
- Katun dan linen: tahan suhu tinggi, bisa disetrika dalam keadaan setengah lembap agar hasil lebih mulus.
- Poliester dan bahan sintetis: gunakan suhu rendah hingga sedang karena mudah meleleh atau mengilap saat terkena panas tinggi.
- Sutra dan rayon: setrika dengan suhu rendah dan sebaiknya dari sisi dalam, atau gunakan kain pelapis.
- Wol: gunakan suhu sedang dan setrika dari sisi dalam atau dengan kain lembap di atasnya.
- Kaos sablon: balik sisi dalam sebelum disetrika agar sablon tidak rusak, dan hindari menyetrika langsung di atas area sablon.
Selalu cek label perawatan pakaian bila masih ada, karena petunjuk suhu dari pabrikan adalah acuan paling akurat. Pemisahan jenis kain sejak tahap sortir dan tagging memudahkan karyawan menentukan suhu tanpa menebak-nebak.



