Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan cuaca pekan 18–24 September 2026 menyampaikan bahwa fenomena El Niño berkategori sangat kuat masih berdampak ke wilayah Indonesia. Atmosfer yang kering membuat tutupan awan minim, sehingga radiasi matahari sampai ke permukaan bumi secara maksimal dan suhu udara terasa lebih panas dari biasanya. Di sisi lain, hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi turun di sebagian Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
Bagi pemilik usaha laundry, suhu ekstrem bukan sekadar persoalan kenyamanan. Panas berlebih memengaruhi kualitas air cucian, kinerja mesin, kecepatan pengeringan, hingga daya tahan karyawan di area produksi. Berikut langkah praktis agar kualitas cucian tetap terjaga dan mesin laundry tetap prima saat cuaca sangat panas.
Mengapa Suhu Ekstrem Ini Terjadi
El Niño adalah fenomena pemanasan suhu muka laut di Samudra Pasifik yang membuat curah hujan di Indonesia cenderung berkurang. BMKG mencatat sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, dan pengaruh El Niño yang sangat kuat membuat kondisi kering berlangsung lebih panjang dari biasanya.
Minimnya tutupan awan membuat sinar matahari tidak terhalang, sehingga suhu permukaan naik dan terasa gerah sepanjang hari. Kondisi kering sekaligus menaikkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta meluasnya kabut asap di beberapa daerah. Dampaknya, polusi udara turut naik dan dapat menempel pada pakaian yang dijemur di ruang terbuka. Cuaca panas ekstrem dengan indikasi gelombang panas lokal ini layak diwaspadai pemilik laundry karena pengaruhnya langsung ke proses produksi.
Dampak Suhu Ekstrem terhadap Usaha Laundry
Suhu tinggi membawa sejumlah dampak nyata untuk usaha laundry, antara lain:
- Pakaian cepat kering, tetapi berisiko luntur, kaku, dan warnanya pudar bila dijemur terlalu lama di bawah terik.
- Mesin cuci dan pengering bekerja lebih berat sehingga lebih mudah panas (overheat) bila dipakai terus-menerus tanpa jeda.
- Kualitas air bisa menurun karena debit sumber air berkurang saat kemarau, memengaruhi hasil cucian. Baca strategi hemat air saat kemarau kering untuk persiapan lebih lengkap.
- Debu dan partikel halus dari udara kering mudah menempel pada cucian yang masih basah.
- Karyawan lebih cepat lelah dan berisiko dehidrasi bila area produksi pengap dan panas.



