BMKG resmi mengumumkan musim hujan akan tiba pada Oktober 2026, mengakhiri kemarau panjang yang membuat sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem lebih dari 60 hari. Bagi pemilik usaha laundry, kabar ini datang tepat waktu: setelah berbulan-bulan berjibaku dengan kekeringan, kabut asap karhutla, dan kualitas air yang menurun, kini saatnya menyiapkan operasional menghadapi musim hujan yang sesungguhnya.
Berita baiknya, beban musim kemarau akan segera usai. Namun transisi menuju musim hujan membawa tantangan baru: pakaian sulit kering, order menumpuk, risiko bau apek, hingga banjir dadakan. Persiapan yang dilakukan sejak sekarang akan menentukan apakah usaha Anda justru memetik untung dari musim hujan, atau kewalahan saat cucian membludak.
BMKG: Musim Hujan Tiba Oktober, Kemarau Berakhir
Prakiraan cuaca BMKG untuk akhir September 2026 menunjukkan atmosfer Indonesia masih didominasi kondisi kering akibat fenomena El Niño kategori sangat kuat. Wilayah selatan ekuator, meliputi Sumatra bagian selatan dan sebagian besar Jawa, menjadi area dengan kemarau paling parah.
Namun, BMKG memastikan fase kering itu segera berakhir. Musim hujan diprediksi masuk mulai Oktober hingga Desember 2026, seiring melemahnya pengaruh El Niño. Peringatan dini cuaca pada 23 September 2026 bahkan sudah memperlihatkan pergeseran nyata: belasan provinsi masuk kategori Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat, termasuk Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.
Artinya, beberapa minggu ke depan adalah masa emas bagi usaha laundry untuk menyiapkan transisi dari kemarau ke musim hujan. Jangan menunggu hujan turun setiap hari baru mulai bergerak.
Kenapa Usaha Laundry Harus Bersiap Sejak Sekarang
Musim hujan bukan sekadar soal cuaca. Ia mengubah perilaku pelanggan dan alur produksi laundry secara drastis:
- Volume cucian cenderung naik karena pelanggan malas mencuci dan menjemur sendiri.
- Waktu pengeringan melambat signifikan tanpa bantuan sinar matahari.
- Risiko bau apek dan jamur meningkat pada pakaian yang lembap.
- Banjir dan genangan bisa menghambat aktivitas antar-jemput serta merusak mesin.
Laundry yang siap sejak dini akan menangkap kenaikan order dengan mulus, sementara yang telat bersiap justru kewalahan dan kehilangan pelanggan. Persiapan musim hujan laundry adalah investasi agar produksi tetap lancar ketika order membludak.




