Musim hujan 2026/2027 diprediksi mundur jauh dari jadwal biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengumumkan prakiraan terbarunya pada Rabu (23/9/2026), dan kabar ini patut menjadi perhatian serius para pemilik usaha laundry di seluruh Indonesia. Bukan sekadar informasi cuaca, mundurnya musim hujan berarti kemarau akan bertahan lebih lama, pola permintaan pelanggan ikut berubah, dan strategi produksi Anda perlu dirombak.
Sebelumnya, banyak laundry menyiapkan diri untuk menyambut hujan di bulan Oktober. Nyatanya, BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia justru baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Mari kita bedah kabar ini satu per satu, lalu susun langkah antisipasi yang tepat untuk usaha laundry Anda.
Musim Hujan Mundur: Angka yang Perlu Anda Tahu
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa awal musim hujan 2026/2027 terjadi secara bertahap dan tidak serentak di seluruh Indonesia. Sebanyak 529 Zona Musim (ZOM), atau setara 61,08 persen luas daratan Indonesia, diprediksi mengalami keterlambatan datangnya musim hujan dibanding rata-rata klimatologisnya.
Rinciannya, 185 ZOM (24,66 persen) diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Jumlah itu bertambah menjadi 266 ZOM (sekitar 17,31 persen) pada Desember 2026. Dengan kata lain, mayoritas wilayah Indonesia baru benar-benar basah menjelang penghujung tahun. Puncak musim hujan pun diperkirakan berlangsung bertahap mulai akhir 2026 hingga awal 2027, dengan cakupan terbesar jatuh pada Desember 2026.
Penyebab Musim Hujan Mundur: El Niño Sangat Kuat dan IOD Positif
Mundurnya musim hujan ini bukan terjadi tanpa sebab. BMKG mengaitkannya dengan fenomena El Niño yang berada pada kategori sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpotensi berada pada fase positif. Kombinasi keduanya berdampak pada berkurangnya curah hujan dan bertambah panjangnya periode kering di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi pemilik laundry, dampaknya sederhana: Anda akan lebih lama hidup dalam kondisi kemarau. Ini bukan sekadar soal hujan turun atau tidak, melainkan menyangkut kualitas air, debu yang beterbangan, hingga kebiasaan mencuci pelanggan yang ikut berubah.
Wilayah Mana yang Paling Terdampak?
Keterlambatan musim hujan ini tidak merata di semua daerah. Wilayah yang paling panjang menunggu hujan umumnya berada di Pulau Jawa bagian utara, pesisir timur Sumatra, Kalimantan bagian selatan, serta sebagian Sulawesi. Sebaliknya, ada sebagian kecil wilayah yang justru diprediksi memasuki musim hujan lebih cepat dari kondisi normalnya. Karena itu, jangan samakan jadwal persiapan Anda dengan laundry di kota lain—pantau prakiraan cuaca untuk wilayah Anda masing-masing.

