Kabut asap karhutla kembali menyelimuti sejumlah kota di Kalimantan dan Sumatera. Per awal September 2026, kualitas udara di Pontianak tercatat berada pada level berbahaya dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 375 µg/m³, sementara Palembang dan Banjarmasin juga dilanda kabut asap pekat yang memaksa sekolah beralih ke pembelajaran jarak jauh. Bagi pemilik laundry, kondisi seperti ini bukan cuma soal kesehatan tim, melainkan juga soal kualitas cucian dan kelancaran produksi.
Asap dan partikel halus PM2.5 gampang menempel di serat pakaian yang sedang dijemur, meninggalkan bau apek dan residu yang sulit hilang meski sudah dicuci ulang. Artikel ini membahas SOP laundry saat kabut asap karhutla supaya produksi tetap jalan dan pelanggan tidak mengeluh.
Mengapa Kabut Asap Karhutla Berbahaya bagi Usaha Laundry
PM2.5 adalah partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer yang bisa menembus jauh ke dalam serat kain. Ketika pakaian dijemur di luar saat kabut asap tebal, partikel ini menempel bersama jelaga dan abu, lalu terbawa masuk ke rak penyimpanan. Hasilnya, pakaian yang seharusnya bersih justru berbau asap dan terasa lengket.
Selain itu, kabut asap menurunkan jarak pandang dan menaikkan risiko ISPA pada karyawan yang bekerja di area terbuka. Semakin lama kabut asap bertahan, semakin besar pula kemungkinan cucian menumpuk karena pengeringan outdoor jadi lambat dan tidak efektif. Pemilik laundry perlu beralih dari kebiasaan jemur di luar ke strategi produksi yang lebih terkendali.
Langkah Pertama: Stop Jemur Outdoor, Pindah ke Pengering Indoor
Aturan paling mendasar saat kabut asap karhutla adalah jangan menjemur pakaian di ruang terbuka. Jemuran yang terpapar udara kotor justru membuat cucian jauh dari kata bersih. Segera susun ulang area produksi supaya semua pengeringan dilakukan di dalam ruangan.
Gunakan mesin pengering (dryer) sebagai andalan utama. Jika kapasitas dryer terbatas, pasang blower atau kipas pengering di ruang tertutup, serta pertimbangkan dehumidifier untuk menarik kelembapan udara lebih cepat. Untuk laundry rumahan dengan volume kecil, ruangan kecil berventilasi tertutup yang dilengkapi kipas sudah cukup membantu.
Jika Anda ingin panduan lebih lengkap soal teknik menjemur saat kondisi udara buruk, baca juga artikel kami tentang cara menjemur pakaian saat abu vulkanik dan kabut asap.






