Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi yang wajib diwaspadai pelaku usaha laundry: sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan kini mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan. Kekeringan panjang ini diperkuat oleh El Niño kategori sangat kuat yang membuat atmosfer kering, tutupan awan minim, dan suhu permukaan makin tinggi. Bagi bisnis yang boros air seperti laundry, kemarau panjang bukan sekadar soal cuaca panas — melainkan risiko langsung ke produksi, biaya, dan kualitas layanan.
Artikel ini membahas langkah antisipasi krisis air agar usaha laundry tetap lancar meski kemarau berkepanjangan.
Apa yang Terjadi: Hari Tanpa Hujan Ekstrem Meluas
Berdasarkan pantauan BMKG hingga Dasarian I September 2026, sekitar 81% Zona Musim (ZOM) di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Yang lebih penting, wilayah seperti Sumatra bagian selatan, sebagian besar Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian utara dan selatan, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Selatan mencatat HTH ekstrem dengan durasi lebih dari 60 hari tanpa hujan.
Di banyak kota, pasokan air bersih mulai mengetat: debit sumur turun, PDAM menerapkan giliran air di sejumlah titik, dan sebagian daerah mulai kekurangan air bersih. Pebisnis laundry yang sepenuhnya bergantung pada air tanah atau PDAM tanpa cadangan jadi paling rentan terdampak. Semakin lama kemarau berlangsung, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan bila tidak ada persiapan.
Dampak Kekeringan dan Hari Tanpa Hujan terhadap Laundry
Laundry adalah bisnis yang sangat haus air. Setiap kilogram cucian membutuhkan puluhan liter air untuk proses cuci dan bilas. Saat air langka, dampaknya berantai:
- Produksi terhambat karena pasokan air tak cukup untuk memenuhi order harian.
- Biaya melonjak jika terpaksa membeli air tangki atau menambah pompa dan penampungan baru.
- Kualitas menurun saat mesin dipaksa beroperasi dengan air keruh atau berpasir ketika debit sumur menyusut.
- Jadwal serah terima molor karena proses bilas harus ditunda atau diulang.
Karena itu, bersiap sejak dini jauh lebih murah daripada menangani kelangkaan di tengah musim.
Amankan Pasokan Air Sejak Dini
Langkah pertama adalah memastikan sumber air aman untuk beberapa hari ke depan:
