Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kembali membuat kualitas udara Palembang masuk kategori polusi ekstrem. Pada Kamis dini hari, 15 Oktober 2026, indeks kualitas udara (AQI US) Palembang tercatat menyentuh angka 818—jauh melampaui batas atas skala standar. Sehari sebelumnya, IQAir mencatat AQI 688 dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 420 mikrogram per meter kubik, dan Dinas Kesehatan Kota Palembang melaporkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sudah menembus 6.296 kasus sepanjang Oktober 2026.
Bagi pemilik usaha laundry, kabut asap bukan sekadar berita cuaca. Partikel halus PM2.5 yang beterbangan bisa menempel di pakaian yang baru dicuci, menyumbat filter mesin, dan menurunkan kesehatan tim produksi. Artikel ini membahas langkah konkret agar usaha laundry tetap higienis dan lancar saat udara berbahaya.
Mengapa Kabut Asap Berbahaya bagi Usaha Laundry
Partikel PM2.5 berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer—cukup kecil untuk masuk jauh ke saluran pernapasan, tetapi juga cukup lengket untuk menempel pada serat kain. Cucian yang dijemur di udara terbuka saat kabut asap pekat berisiko menyerap bau asap dan partikel jelaga, sehingga hasil cucian terlihat kusam dan berbau apek meskipun sudah dicuci bersih.
Dampak utamanya ada tiga. Pertama, kualitas cucian menurun karena partikel asap menempel di permukaan kain. Kedua, mesin cuci dan pengering bekerja lebih berat karena filter udara dan saluran ventilasi cepat kotor. Ketiga, produktivitas tim turun saat karyawan mulai batuk, iritasi mata, atau sesak napas akibat paparan asap berkepanjangan.
Lindungi Area Produksi dari PM2.5
Langkah pertama adalah menutup rapat area produksi. Pastikan pintu dan jendela area pencucian, pengeringan, dan penyetrikaan tertutup saat kualitas udara memburuk, terutama pada pagi hari ketika konsentrasi asap biasanya paling pekat.
Sediakan masker N95 atau KF94 untuk seluruh tim, bukan masker kain biasa. Masker kain hampir tidak menyaring PM2.5, sedangkan masker N95 mampu menyaring sebagian besar partikel halus. Dorong karyawan untuk memakainya selama berada di area produksi dan saat menerima cucian dari pelanggan yang datang dengan pakaian berbau asap.
Jika memungkinkan, pasang air purifier dengan filter HEPA di ruang penyetrikaan dan pengepakan, dua titik yang paling lama dihuni karyawan dalam satu shift.
Amankan Proses Penjemuran dan Pengeringan
Cucian sebaiknya tidak dijemur di udara terbuka saat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada pada level berbahaya. Jemuran yang terekspos kabut asap selama berjam-jam akan menyerap bau asap yang sulit hilang meski sudah disetrika dan diberi pewangi.


