Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga (Level III) sejak awal September 2026 membuat abu vulkanik menyebar sampai Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Cibinong, hingga Bogor. Bersamaan dengan itu, kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menutupi sebagian Sumatera dan Kalimantan — Pontianak bahkan mencatat indeks kualitas udara ISPU 892, kategori berbahaya. Bagi pemilik laundry, dua kejadian ini jadi ujian nyata: pakaian yang baru dijemur di ruang terbuka bisa kotor lagi dalam hitungan jam, sementara pelanggan makin waswas soal kebersihan cuciannya.
Artikel ini membahas cara menjemur dan mencuci pakaian saat abu vulkanik dan kabut asap, plus langkah melindungi mesin dan area produksi. Semuanya praktis dan bisa langsung diterapkan di laundry Anda.
Kenapa Abu Vulkanik dan Kabut Asap Berbahaya untuk Cucian
Abu vulkanik bukan debu biasa. Butirannya kasar, mengandung silika, dan mudah menempel pada kain yang lembap. Kalau dibiarkan, abu ini mengikis serat kain, meninggalkan noda abu-abu, dan memicu bau. Kabut asap karhutla justru lebih halus — partikel PM2.5-nya menembus sela-sela serat dan membuat pakaian berbau sangit meski baru saja dicuci.
Dampaknya ke bisnis Anda ada dua. Pertama, cucian yang sudah bersih bisa kotor lagi saat dijemur atau disimpan di rak. Kedua, pelanggan yang biasa menjemur di rumah sendiri justru datang membawa pakaian ekstra kotor — artinya Anda mendapat lonjakan order sekaligus tanggung jawab menjaga kebersihan.
Belum lagi soal kesehatan tim Anda. Partikel PM2.5 dan abu halus mudah terhirup dan memicu iritasi saluran pernapasan. Selama fase ini, sediakan masker untuk karyawan yang bekerja di bagian jemur dan setrika, lalu pastikan area produksi punya ventilasi yang memadai.
Cara Menjemur Pakaian Saat Abu Vulkanik dan Kabut Asap
Aturan utamanya sederhana: jemur di dalam ruangan (indoor). Jemuran luar ruangan sudah tidak aman karena abu dan asap turun terus-menerus. Berikut beberapa opsi yang bisa disiapkan:
- Pakai ruang pengering khusus yang dilengkapi exhaust fan dan dehumidifier.
- Maksimalkan mesin dryer (pengering), terutama untuk handuk, jeans, dan sprei yang butuh waktu lama kering.
- Atur rak jemur di area produksi dengan jendela yang ditutup rapat.
- Kalau terpaksa menjemur di luar, tutup jemuran dengan paranet atau kain tipis, lalu angkat begitu permukaannya mulai tampak kelabu.



