Kenapa Menghitung Harga Laundry Itu Penting
Banyak pemilik laundry kiloan menetapkan harga hanya "ikut-ikutan tetangga" — padahal struktur biaya tiap laundry berbeda. Akibatnya, ada yang jual murah tapi sebenarnya rugi diam-diam, ada juga yang pasang harga terlalu tinggi sampai pelanggan kabur.
Harga yang benar dihitung dari biaya produksi per kg + biaya tetap + margin keuntungan yang wajar. Artikel ini memandu menghitungnya langkah demi langkah.
Kenali Dua Jenis Biaya
Biaya Produksi (variabel per kg)
Ini biaya yang muncul hanya saat ada cucian yang diproses: deterjen, parfum, plastik kemasan, listrik mesin, dan air. Biaya ini bisa dihitung per kilogram cucian.
Sebagai gambaran dari riset lapangan, biaya produksi laundry per kg biasanya di kisaran Rp 1.000–2.000, terdiri dari deterjen (± Rp 90/kg), parfum (± Rp 300/kg), plastik (± Rp 100/kg), listrik (± Rp 290/kg), dan air (± Rp 60/kg).
Biaya Tetap (per bulan)
Ini biaya yang keluar setiap bulan terlepas dari berapa banyak cucian masuk: sewa tempat, gaji karyawan, dan biaya dasar lainnya. Contoh: sewa Rp 2.500.000 + gaji karyawan Rp 3.000.000 + listrik dasar Rp 500.000 = total biaya tetap Rp 6.000.000 per bulan.
Rumus Menghitung Harga Jual
- Hitung biaya per kg — total biaya tetap bulanan dibagi estimasi total kg cucian per bulan, lalu tambahkan biaya produksi per kg.
- Tentukan margin keuntungan yang wajar, misalnya 30%.
- Harga jual = biaya per kg + margin.
Contoh Simulasi
- Biaya tetap: Rp 6.000.000/bulan
- Estimasi cucian: 600 kg/bulan (20 kg x 30 hari)
- Biaya tetap per kg: Rp 6.000.000 / 600 = Rp 10.000
- Biaya produksi per kg: Rp 1.500
- Total biaya per kg: Rp 11.500
- Margin 30%: Rp 3.450

